3 Tahapan Penting dalam Distribusi Barang

Published 16 November 2020 by Flynd | Read on Medium.com

logistikfirst-miledefinisidistribusilast-mile

Photo by Reproductive Health Supplies Coalition on Unsplash

Dalam proses logistik sebuah produk dari produsen ke konsumen melewati tiga tahapan penting. Ketiganya adalah first-mile, middle-mile, dan last-mile. Berikut penjelasannya dari ketiga tahap tersebut.

First-Mile

Ini merupakan langkah pertama dari rantai pasokan pengiriman. Dimana terjadi fase pengangkutan barang dari pabrik ke pusat distribusi atau gudang. Bila produk dikirim dari luar negeri atau impor, maka barang yang diangkut kurir akan masuk ke kantor bea cukai di bandara atau pelabuhan. Sedangkan untuk kasus dimana produk diproduksi di pabrik, maka pemindahan dari pabrik ke gudang penyimpanan pertama adalah yang disebut dengan first-mile.

Photo by Jezael Melgoza on Unsplash

Memastikan kelancaran tahap First mile sangatlah penting, tak peduli produsennya berasal dari luar negeri atau pabrik. Pasalnya fase ini, akan menentukan ketersediaan produk sebelum akhirnya dapat dibeli oleh konsumen melalui distributor, toko, ataupun situs e-Commerce. Biasanya pengiriman untuk First mile ini adalah pengiriman yang sudah terjadwalkan dan tidak bersifat mendadak karena masih sangat erat hubungannya dengan rantai pasok sebuah bisnis.

Middle-Mile

Tahapan middle mile (atau sering juga disebut sebagai mid-mile) adalah pengangkutan barang dari gudang penyimpanan ke pusat distribusi ataupun kepada distributor. Bisa juga didefinisikan sebagai pengiriman sebelum diterima oleh konsumen akhir.

Dengan menerapkan mid-mile dalam rantai pasok perusahaan, dapat menawarkan penghematan biaya dalam biaya logistik dan kecepatan perusahaan untuk melakukan stok ulang di daerah-daerah yang jauh dari lokasi produksi awal. Tahap ini adalah kunci dalam mengurangi inefisiensi dalam distribusi produk ke daerah yang tersebar dan memastikan stok selalu tersedia pada saat konsumen ingin membeli.

Photo by Marcin Jozwiak on Unsplash

Salah satu contohnya adalah Walmart. Perusahaan multinasional asal AS ini, selain memiliki gerai di banyak wilayah, Walmart juga mengirim berbagai pesanan seluruh konsumennya yang dilakukan secara daring atau online. Di Indonesia, hal ini juga dilakukan oleh retail supermarket seperti Alfamart dan Indomaret dimana kedua perusahaan tersebut memiliki banyak sekali gudang yang tersebar di setiap kota dimana mereka beroperasi.

Last-Mile

Tahapan last-mile adalah langkah terakhir dari sebuah proses rantai pasokan. Ini adalah perjalanan sebuah produk dari toko ritel atau gudang pengiriman ke rumah pelanggan sebagai destinasi terakhir. Bagian ini sangat penting karena membangun poin yang paling penting bagi setiap pelanggan, yakni benar-benar menerima barang pesanannya dalam kondisi baik dan bebas masalah.

Photo by 🇨🇭 Claudio Schwarz | @purzlbaum on Unsplash

Untuk menghindari masalah ataupun keterlambatan pengiriman pada tahap last-mile, ada 3 faktor yang perlu Anda ketahui:

Pertama, karena data konsumen tidak akurat dan tak lengkap, mulai dari nama, nomor telepon, hingga alamat. Jika informasi tidak diisi dengan benar, maka ada kemungkinan barang tak sampai ke konsumen.

Kedua adalah kemampuan staf untuk melakukan route planning yang baik sehingga rute perjalanan Driver menjadi efisien dan dapat menjangkau titik pengiriman sebanyak mungkin. Dengan planning yang tepat, 300 pengiriman yang tadinya diselesaikan oleh 15 Driver, sebenarnya dapat diselesaikan oleh 10 Driver saja.

Ketiga adalah label nama yang dipakai berkualitas rendah atau tidak ditaruh dengan baik. Akibatnya label tersebut mungkin saja terjatuh, robek, atau pudar sehingga sulit dibaca dan akhirnya sulit melacak lokasi pengirimannya.

Tantangan lain dalam first mile adalah kemacetan lalu lintas dan infrastruktur yang belum berkembang menyulitkan proses logistik. Misalnya masih banyak terdapat jalan kecil di kota di Indonesia sehingga menyulitkan kendaraan roda empat untuk akses ke jalan tersebut. Akibatnya diperlukan tambahan waktu pengiriman atau pengangkutan ke daerah dengan akses yang seperti itu.

Maka itu, diperlukan perencanaan dan persiapan untuk proses logistik ini. Tentunya agar memastikan pengiriman produk dapat diterima dengan tepat waktu oleh penerima.

Konsumen sekarang sudah terbiasa dengan pelacakan paket secara online sehingga kemampuan pelacakan ini sudah wajib pasalnya dimiliki oleh setiap pemain logistik di tanah air. Karena dengan fitur tersebut, tidak hanya kejelasan akan lokasi paket dalam pengiriman, namun juga dapat digunakan sebagai patokan jika terjadi kesalahan pengiriman dan proses audit untuk mengetahui kesalahan sebenarnya terjadi pada tahap yang mana.

Apakah Anda sudah siap bersaing dalam dunia logistik yang mengandalkan teknologi di zaman sekarang ini? Flynd siap membantu Anda melakukan transformasi digital tersebut dan tidak hanya memberikan solusi teknologi tetapi juga memberikan solusi tepat sesuai dengan kebutuhan Anda, karena kami mengerti setiap perusahaan logistik memiliki keunikannya masing-masing.

website transflynd.com
www.transflynd.com

Ready to start? Schedule your demo now.

Related publications

January 18, 2021

Sejak lama Pulau Jawa telah menjadi pusat perekonomian di Indonesia. Baik sebagai pusat transaksi maupun pusat distribusi barang. Mengapa demikian?...

Read More

November 23, 2020

Dalam dunia logistik, ODOL merupakan singkatan dari Over Dimension Over Loading. Kata tersebut memiliki arti bahwa kendaraan truk yang mengalami...

Read More

January 20, 2020

Di zaman sekarang ini, semua bisnis berkompetisi untuk melakukan digitalisasi, tekanan untuk bisnis-bisnis yang belum melakukannya semakin tinggi,...

Read More